Rumusan Masalah
Berdasarkan deskripsi pada bagian sebelumnya mengenai fenomena praktik sakramen tobat dan isu substansial yang berhubungan dengan psikoanalisis maka rumusan masalah yang dapat diajukan di sini adalah:
- Bagaimana struktur wacana Lacanian dapat digunakan untuk menganalisis praktik Sakramen Tobat?
- Dalam posisi wacana mana subjek “peniten” ditempatkan dalam Sakramen Tobat?
- Apakah Sakramen Tobat memperkuat struktur wacana hegemonik (wacana Tuan/Universitas), atau membuka ruang subyektivitas baru (wacana Histeris/Analitis)?
Metode Penelitian
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif hermeneutik-kritis dengan analisis wacana Lacanian. Sumber utama adalah teks-teks teologis resmi tentang Sakramen Tobat (Katekismus Gereja Katolik), panduan liturgis, serta refleksi pastoral. Teori Lacan tentang empat wacana digunakan sebagai lensa konseptual utama. Analisis dilakukan dengan menempatkan elemen-elemen diskursif dalam praktik tobat ke dalam struktur empat wacana untuk melihat relasi antara posisi subyek, otoritas, dan objek hasrat.
Langkah analisis mencakup:
- Identifikasi posisi subjek, objek a, pengetahuan, dan agensi dalam struktur wacana.
- Pemetaan peran imam dan umat (peniten) dalam relasi diskursif berdasarkan rumusan empat wacana.
- Interpretasi kritis terhadap efek psiko-sosial dan pembentukan subyektivitas.
Bersambung….
