Sat. Mar 14th, 2026
Foucault, Sartre and Deleuze
Foucault, Sartre and Deleuze

Sebuah analisis filosofis Gilles Deleuze terhadap Karya Michel Foucault

Pengantar: Deleuze dan Foucault: sebuah persahabatan

Gilles Deleuze (lahir 1925) dan Michel Foucault (lahir 1926) dibesarkan di lingkungan yang sama. Walaupun Deleuze lahir dan besar di Paris sedangkan Foucault lahir di kota kecil di Prancis, namun karir pendidikan keduanya sangat mirip. Deleuze dan Foucault bertemu untuk pertama kalinya di Lyon pada tahun 1960, dan karier mereka berkembang secara paralel. Namun, baru setelah tahun 1968, Deleuze dan Foucault bertemu lagi, secara intens dalam kaitannya dengan aksi-aksi demonstrasi dan perjuangan bersama, khususnya dengan Grup informasi penjara dan gerakan-gerakan yang terkait dengan kaum proletar kiri dan bahkan kaum ekstrim kiri.

Foucault, Sartre and Deleuze
Foucault, Sartre and Deleuze

Yang terpenting adalah Foucault yang meminta Deleuze untuk berkolaborasi dalam sebuah proyek inovatif dan utopis, Université Populaire de Vincennes VIII. Pusat universitas eksperimental ini menyambut siapa saja yang ingin belajar, baik mereka yang mengenyam pendidikan maupun tidak, dan para pekerja atau buruh. Semuanya diberi kesempatan untuk belajar setara dengan para mahasiswa. Baik Deleuze maupun Foucault sama-sama memberikan kuliah di sana, yang menjadi sangat populer. Deleuze dan Foucault sering bertemu satu sama lain. Mereka “banyak tertawa bersama”. Namun, di sisi lain, karya-karya mereka juga selalu dibaca dan dikomentari. Pada saat itulah, dalam sebuah artikel yang Foucault bacakan pada buku Deleuze, Différences et répétitions (Perbedaan dan pengulangan), ia menulis: “Dari semua buku yang ditulis dalam waktu yang sangat lama, buku ini adalah yang paling tunggal dan paling berbeda, ekspresi paling murni dari pemikiran tentang perbedaan“.

Menyadari dirinya sebagai bagian dari gerakan pemikiran yang sama, Deleuze menulis ulasan tentang karya Foucault, The Archaeology of Knowledge (1970) dan Discipline and Punish (1975). Foucault, pada bagiannya, mengagumi karya inovatif Deleuze dan mengatakan tentangnya pada tahun 1970 bahwa “suatu hari, mungkin, abad kita akan menjadi abad Deleuzian“, yang berarti bahwa karya Deleuze akan terus berputar di atas kepala kita. Foucault jugalah yang menulis kata pengantar untuk publikasi pertama Deleuze di Amerika Serikat, L’Anti-Œdipe (Anti-Oedipus), pada tahun 1977.

Deleuze dan Foucault sangat dekat, baik secara pribadi maupun filosofis atau politis (pada kenyataannya, mereka berdua tidak akan membedakan ketiga bidang ini). Namun, jika ditelusuri, referensi yang dibuat masing-masing terhadap karya yang lain menunjukkan fenomena yang aneh: baik Deleuze maupun Foucault berusaha membaca pemikiran mereka sendiri dalam pemikiran temannya. Walaupun mereka memiliki hubungan pertemanan yang baik namun mereka tetap mempertahankan pemikiran mereka sendiri. Hal ini terlihat jelas ketika kedua filsuf ini berkolaborasi dalam edisi karya-karya lengkap Nietzsche, masing-masing membangun pembacaannya sendiri: Foucault bersikeras dengan konsepsi Nietzsche mengenai sejarah, sedangkan Deleuze pada tema-tema, pengulangan abadi, kehendak untuk berkuasa, dan transmutasi nilai-nilai. (Revel, 2008)

Ketika Foucault meninggal, Deleuze, sebagai temannya memberi penghormatan atas persahabatan intelektual mereka yang mendalam, dengan membacakan beberapa halaman dari L’Usage des plaisirs (Penggunaan Kenikmatan) yang baru saja diterbitkan, sebagai orasi pemakaman Foucault pada tanggal 29 Juni 1984, tepat 40 tahun yang lalu pada hari ini (29 Juni 2024).

Gilles Deleuze
Gilles Deleuze membacakan L’Usage des plaisirs sebagai orasi pemakaman pada tanggal 29 Juni 1984 di Paris

 

Bersambung….

By Ruang Nalar

Penulis amatir yang menulis bukan hanya sekedar hobbi melainkan sebagai cara untuk berada

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *