- Penghapusan Sejarah
Secara sosial, bahasa fungsional memuat kandungan ideologis, sehingga menjadi bahasa antihistoris yang radikal dan radikalitas demikian memuat dan mengalir dari rasionalitas operasional yang cenderung menafikan relasi masa lampau dan masa kini. Sebagai manusia, kita perlu belajar dari sejarah; dan belajar dari sejarah mengindikasikan bahwa kemampuan akal budi bekerja, sadar diri dan terjaga. Karena itu belajar dari sejarah berarti menumbuhkembangkan kesadaran kritis mengenai ciri manusia atau proyeksi diri menuju status yang lebih baik dan sempurna. Kesadaran kritis merupakan kesadaran historis. Ketakutan penguasa mengalir ketika kesadaran kritis berbicara memakai bahasa pengetahuan. Bahasa pengetahuan memuat lorong gelap kesadaran bercahaya dan benteng semesta wacana yang dikunci pun terbuka. Ranta perbudakan porak-poranda dan semua mantera dan hipnotis dinetralkan. Karena itu kesadaran kritis perlu dicegah oleh penguasa. Pertalian masa lalu dan masa kini wajib diputus oleh bahasa fungsional. Jadi rezim kapitalis merupakan penghancur sejarah, atau rezim yang selalu ingin menghapus sejarah.
- Kebutuhan Palsu
Apa arti kebutuhan palsu? Kebututahan palsu merupakan suatu keperluan yang dibebankan oleh aneka kepentingan sosial tertentu kepada semua individu dengan maksud menindas dan menggerogoti mereka. Sekarang ini terpampang jelas propaganda sistematis dan kontinu untuk semua kebutuhan palsu yang dijejalkan. Propaganda kebutuhan palsu dilakukan lewat aneka macam promosi, pameran dan iklan mengenai merek dagang, tempat wisata, pusat perbelanjaan, mode, apartemen, lokasi perumahan, ponsel, computer, kendaraan bermotor dll…
Propaganda ini kerap menjebak indvidu dan konsumen. Pertanyaannya adalah apakah kebutuhan untuk membeli berbagai produk karena memang butuh ataukah karena pembelian itu didorong oleh gengsi, status sosial, persaingan dengan teman, tetangga atau juga karena diskon harga?
Tentang realitas kebutuhan palsu dan kebutuhan hakiki, sikap terpenting yang perlu dimiliki adalah selalu bertanya tentang apa, mengapa dan bagaimana aku sampai pada keputusan untuk membeli.
Semua mesti tahu bahwa perbedaan hakiki antara Suzuki dengan Honda, Ferrai dan Mercedes atau perbedaan produk yang lainnya, bukan terletak pada citra yang diwarakan media massa melainkan pada kualitas riil produk yang bersangkutan. Sayang sekali bahwa pilihan yang dibuat selalu berlandaskan pada citra yang telah ditanamkan dalam produk.
- Imperium Citra
Penguasa sangat lekat dengan citra. Pemikiran dan pertimbangan akan didasarkan dan berorientasi pada citra diri di mata masyarakat. Dasar pertimbangan penguasa melulu berorientasi pada pelestarian kekuasaan yang mengalir dari pra anggapan bahwa rakyat adalah massa tanpa nama. Rakyat adalah objek dan bukan subjek kekuasaan dan pembangunan. Dengan demikian, sikap yang diambil penguasa berciri dua dimensi: di satu pihak menjamin kerja sama dan toleransi minimum dengan kalangan oposisi dan di pihak lain menciptakan citra baik dan murah hati di kalangan rakyat jelata. Dengan demikian, citra adalah sang kaisar, ukuran mutlak, pedoman tertinggi dan nilai supremuam. Sebab tidak dapat dipungkiri, generasi modern, politik modern lebih mementingkan bungkus daripada isi, kesan daripada substansi, tampilan daripada intisari dan peran daripada jati diri.
Relevansi Pemikiran Politik Radikal Marcuse
Relevansi yang pertama adalah, Marcuse membahas isu-isu yang tetap relevan dengan teori dan politik kontemporer. Kedua, Marcuse memberikan perspektif filosofis yang komprehensif tentang dominasi dan pembebasan, metode dan kerangka yang kuat untuk menganalisis masyarakat kontemporer, dan visi pembebasan yang lebih kaya daripada Marxisme klasik, Teori Kritis versi lain, dan teori postmodern versi terkini. Marcuse menyajikan perspektif filosofis yang kaya tentang manusia dan hubungannya dengan alam dan masyarakat, serta teori sosial subtantif dan politik radikal. Dalam retrospeksi, visi pembebasan Marcuse – tentang perkembangan penuh individu dalam masyarakat non-represif – membedakan karyanya, bersama dengan kritik tajam terhadap bentuk-bentuk dominasi dan penindasan yang ada, dan ia muncul dalam narasi ini sebagai seorang filsuf yang kuat, dominasi dan membebaskan.
Marcuse menunjukkan bagaimana sains, teknologi, dan teori itu sendiri memiliki dimensi politik dan menghasilkan analisis ideologis dan politik yang solid terhadap banyak bentuk dominan masyarakat, budaya, dan pemikiran selama era pergolakan yang ia jalani dan ia terus-menerus berjuang untuk dunia yang lebih baik. Marcuse juga memberikan sumbangan pemikiran bahwa sudah saatnya orang mengurangi rasa ingin untuk berkuasa. Konsentrasi kekuasaan perlu untuk diredakan. Sudah waktunya orang mengurangi perkembangan yang berlebihan yang tidak sesuai dengan kebutuhan hakiki. Marcuse juga mengajak kita untuk melakukan revolusi dengan melihat kualitatifnya daripada kuantitatifnya. Kualitas hidup lebih baik daripada mementingkan jumlah atau kuantitas materi yang dimiliki.
Kepustakaan
Darmaji Agus. (2013). Herbert Marcuse tentang Masyarakat Satu Dimensi. UIN Hidayatulah. Jakarta.
Farr, Arnold. (2019). Herbert Marcuse. Dalam Ensiklopedi Filsafat Stanford. Diunduh dari https://plato.stanford.edu/entries/marcuse/#Bio pada 30 Oktober 2023.
Kellner, Douglas. (2007). Herbert Marcuse. Dalam Iluminations: The Critical Theory Project. Diunduh dari https://pages.gseis.ucla.edu/faculty/kellner/Illumina%20Folder/kell12.htm 31 Oktober 2023
Saeng, Valentinus. (2002). Herbert Marcuse. Perang Semesta Melawan Kapitalisme Global. Jakarta: Kompas Gramedia.
